Jakarta (Antaric) – Pakar Komite Foumerical (CCP) (CCP) menghadiri penangkapan Sekretaris Jenderal PDI -P Hastoyanto untuk memberikan informasi.
“Rencananya adalah empat sarjana yang beragam, tetapi hanya dua sarjana,” kata kantor hukum BPK, Iskandar Marwanto pada Januari.
Iskandar mengatakan bahwa dua sarjana yang menjangkau seorang sarjana kriminal dari University of Riau, Erdant dan hukum pidana pidana dari Universitas Brawijaya Brawijaya, Priya Jatmics. Kedua sarjana menawarkan PKC untuk didakwa ke pengadilan.
Sebelum persidangan, keduanya, pemohon dan responden memimpin bukti atau interpretasi asli.
Ketika bukti telah menjadi diskusi antara pemohon dan terdakwa.
Hasto telah mengirim protes terhadap para ahli checkout, tidak ada permainan untuk bekerja.
Selasa (11/2), CCP telah menunjuk seorang ahli dalam mendengarkan hukum atau keputusan Hasto. Selain itu, Rabu (12/2) lainnya dan PKC menyimpulkan kesimpulan mereka.
Keputusan untuk mengeksploitasi khotbah Fasto Asto Kristus terhadap BPK di Pengadilan Distrik Jakarta Selatan diadakan pada hari Kamis (13/2).
Pewawancara KPK pada hari Selasa 2024, Desember 2024, memanggil dua tersangka baru dalam seri Harin, Hasto Kristiyanto (HK) dan penasihat Donny.
Di masa lalu, Syo Budiyanto menemukan bahwa HK mengelola dan dikendalikan dalam anggota lobi KPE Indonesia Wahyu Uniwan untuk seorang kandidat untuk anggota Sumatra Sumatra (Sumatra) I.
HK juga mencurigai bahwa prinsip -prinsip DTI dan pengawasan dimaksudkan untuk aktif dan mengangkut korupsi ke frimaline Wahy Smayawan.
Leave a Reply