Kabar Harapan

Memberikan Informasi Terupdate Dalam Negri & Luar Negri

Pemkot Jakpus akan tindak warga mampu yang tak punya tangki septik 

Jakarta (Antara) – Di Kota Pemerintah (Pemkot) Administrasi Pusat Jakarta mengancam untuk memeriksa penduduk yang mampu menjadi rumah -rumah besar tetapi tidak septik.

“Jika rumah itu besar, dua lantai tidak memiliki kolam septik, yang bertindak langsung terhadap langkah -langkah atau sanksi yang menentukan ke kota yang kompeten,” walikota dalam administrasi Jakarta Central Jakarta ke Jakarta pada hari Senin.

Arifin memerintahkan staf ke surat peringatan kepada Tuhan telah membuat kolam septik karena dia meraih daerah regional (hilang) dan belum menjadi sanksi.

“Saya meminta prioritasnya, bagi mereka yang telah membuat septic tank, kepala sub-statetriksi dan Ekaristi, membayar surat peringatan,” katanya.

Arifin menjelaskan bahwa pemerintah pusat kota Jakarta, antara Satpol PP dan sub-jurnal lingkungan, dengan disosialisasikan ini sebelum dibawa.

Adapun orang miskin, katanya, kontrol pusat kota Jakarta akan membuat septic tank yang umum.

Arifin juga menyatakan jalan apresiasi dan sub-pernyataan yang dinyatakan memberikan “bebas dari defaekitasi” (ODF), karena yang terakhir di desa tidak tersedia.

“Deklarasi ODF bukan hanya Piala Kota yang sehat, tetapi bukan untuk mendorong warga untuk menjadi sehat. Jika warga negara tidak memiliki kolam septik, untuk mendorong memiliki kumpulan septik yang sama,” katanya.

Sebelumnya, Kesehatan Administrasi Kota Jakarta Tengah (Sudinkes) mengatakan bahwa 44 desa di negara itu, lima anak mereka dari hidangan sewenang -wenang (ODF).

“Pusat Jakarta memiliki Kalurahan dengan keadaan ODF murni, yang berarti bahwa semua penduduk RT dan RW sudah memiliki septik di lubang,” kata High Southerkesi Jakarta Center.

Menurut lima desa mengkonfirmasi ODF murni, yaitu di desa Cupaka Pohc Barat, Campaka Putih Timur, Rawasari, Gondangdia dan Desa Ayam Keras.

Dia menjelaskan bahwa di masa depan berikutnya, menyampaikan deklarasi ODF akan berlangsung di 39 desa lain di pusat Jakarta.

Risma mengatakan kepada pusat Jakarta terus menangani buku itu dengan ceroboh dan tidak menang saat ini, tetapi sudah lama, kecuali peraturan sempit memeriksa tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *