BANTEN (ANTARA) – Menteri Perumahan dan Kolonial (PKP) Maruarar dapat membayangkan bahwa mantan lahan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terletak di Karavac, Tangland Regent of Banton, dan merupakan rumah komersial dan rumah yang dibangun untuk orang -orang berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendukung 3 juta skema perumahan.
“Jika saya dangkal dan memiliki area yang sangat bagus ini, mungkin ide -ide saya digabungkan dan ada MBR,” katanya.
Total luas lahan mantan Blbi di Karawaci adalah 3,7 hektar (HA), dengan satu bagian terdiri dari 3,5 hektar dan sisanya.
Menurutnya, daerah di sini sangat ideal karena sangat strategis dan tidak ditempati oleh masyarakat, yang berarti jernih dan bersih.
Untuk mengikuti pertanyaan ini, ia bertemu dengan kepala aset dan perusahaan multinasional Rio Silaban dari Kementerian Keuangan (Kepala Badan Bank Tanah Nataatmadja) dan Direktur Dirjen (24/2) pada pukul 14:00. Wib. Diskusi meliputi konsep pengembangan perumahan di tanah di wilayah BLBI sebelumnya dan negara -negara lain sehingga seluruh pemerintah dapat melakukannya di bawah peraturan yang berlaku.
“Ada banyak milenium di sini juga. Ada kampus di sini, ada rumah sakit. Mungkin itu bisa diberikan kepada perawat juga. Jika ada guru, guru juga bisa masuk ke sini. Jadi kami pikir konsep yang tepat,” katanya, yang menelepon ARA.
Inspeksi akan dilakukan dan investigasi tambahan akan dilakukan sebagai bagian dari 3 juta orang rencana untuk menggunakan bekas Karavac Land.
Menteri PKP berkata: “Saya pikir jalan ini bagus, saya pikir daerah itu matang dan tempat itu bagus.”
Leave a Reply