Jakarta (Antara) -Wibi Andrino, ketua Majelis Distrik Jakarta, berharap bahwa Pramono Anung dan Rano Karno (Doel), yang dinobatkan sebagai gubernur Jakarta dan asisten gubernur, terpilih sebelum 2024 hingga 2012 untuk mempercepat pejabat DKI.
Wibi mengatakan dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Kamis bahwa masih ada banyak petugas kantor, wabah, sub -manajer mengosongkan desa dan diisi dengan manajer proyek (permainan) untuk memiliki posisi ganda.
“Harapan kami, Pak Pram dan Bang Doel dapat menempatkan pesta yang tepat di posisi yang tepat,” katanya.
Menurutnya, pejabat terakhir harus dengan cepat diselesaikan untuk menetapkan posisi yang masih ditahan.
“Selain itu, saya juga mendengar bahwa Mr Pran hanya akan menjadi satu musim, prestasi akan sangat progresif dalam lima tahun. Kami akan menunggu,” kata Vibi.
Ini dibuat dalam debat “Chat Jakarta (Ngojak)” dengan aktivis Pro Jakarta Cross Generation berjudul “Perhatian atas 100 Rencana Prioritas Prioritas Manajer Sumber Daya Manusia dari 2024 hingga 2029, Rabu (1/15).
Ketua partai NASDE juga berharap bahwa kepemimpinan Pram-Doel di Jakarta dapat berjalan dengan baik dan berhasil.
“Dalam konteks saya, yang juga merupakan kepala komisi DPD DKI Jakarta yang bertanggung jawab untuk pembangunan, saya ingin Misa Pram dan Bang Doel mengubah bagian depan Jakarta,” katanya.
Semoga Jakarta akan menjadi hijau dan teduh, trotoar dan jalan yang bagus, jadi tidak ada lagi string udara yang sangat diperlukan. “Jadi semua orang bisa merasa menyenangkan dan aman,” katanya.
Wibi juga menginginkan Gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta, Tegu Setyabudi dapat bekerja (dikendalikan) di semua baris sehingga ketika roda resmi menjabat, aliran koordinasi jelas.
“Sebenarnya, kita tahu ada tim perubahan juga. Saya pikir itu pasti bagian dari pekerjaan dan mengoordinasikannya,” kata Viba.
Pada saat yang sama, dengan mempertimbangkan generasi aktivis pro Jakarta, M Syaful Jihad juga menekankan pentingnya menyelesaikan pegawai negeri sipil.
“Untuk pendaftaran, MAS Pram tentu saja membuat pemetaan (pemetaan). Termasuk keberadaan pejabat OPD dan BOMD yang, jika terjadi pemilihan, mendukung pasangan tertentu, meskipun rahasia.
Itu berhembus di antara aktivis Jakarta. “Jelas kata -kata sudah ada di Saku Mas Pam,” katanya.
CEO Jakarta (JPS) juga menyebutkan bahwa Pam-Doel dapat segera menyiapkan Rencana Pengembangan Regional (RPD) atau Rencana Pengembangan Regional (RPJD) jangka menengah untuk mempercepat visi dan proyek dan program, termasuk janji kampanye.
“Ini akan menjadi dasar, termasuk kebutuhan anggaran,” katanya.
Leave a Reply