JAKARTA (Antara) – Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi penumpang di pesawat Azerbaijan (Azal) yang runtuh di dekat Kota Actou, di Kazakhstan.
“Sampai sekarang tidak ada informasi tentang warga negara Indonesia di pesawat pesawat Azerbaijan yang runtuh di Kazakhstan bahwa direktur perlindungan rakyat Indonesia dan kementerian BHI mengatakan Judha Nugraha melalui pesan -pesan singkat yang diterima di Jakarta pada hari Kamis.
Pesawat Embraer 190 Azerbaijan Airlines mengangkut 69 orang dari Grozny, Rusia, tiga kilometer dari bandara Aktau, menurut Kementerian Darurat Kazakhstan.
Azerbaijan Airlines mengatakan bahwa pesawat itu jatuh karena dia bertabrakan dengan kawanan burung saat ditayangkan.
“Mengikuti aeromobile dari Azerbaijan Airlines di AKAU, kantor pengacara Jenderal Azerbaijan memulai Pasal 262.3 dan 314.3 (Kuhp Azerbaijan)”, kata kantor Kantor Jaksa Penuntut Umum Azerbaijan.
Jaksa penuntut Azerbaijan juga memperhatikan bahwa Departemen Investigasi diperintahkan untuk memulai penyelidikan awal.
Berbeda dengan pesawat, media Rusia melaporkan bahwa pesawat itu tidak dapat mencapai Grozny karena serangan drone Ukraina. Pilot kemudian memindahkan penerbangan ke kota Makhachkala, tetapi kondisi kabut memaksa pilot untuk meminta izin untuk datang ke AKAU.
Kemudian pada hari Rabu, kepala Pusat Direktorat Dewan Nasional dan Pertahanan Nasional Pertahanan Nasional Ukraina, Andriy Kovalenko mengatakan bahwa telegram itu dikatakan ditembak oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Sementara itu, dari 69 penumpang dari Azerbaijan Airlines jatuh, 42 dari mereka adalah Wn Azerbaijan, sementara 16 warga Rusia lainnya, enam WN dari Kazakhstan dan tiga lagi adalah Kyrghizistan.
Menurut Kementerian Pusat Darurat, 29 penumpang selamat dari kecelakaan itu dan mengevakuasi rumah sakit.
Leave a Reply