JAKARTA (Antara) – Pelatih tim nasional Indonesia Patrick Kluivert, pasukannya muncul sebagai singa melawan tuan rumah Australia, pada pertandingan ketiga 2026 pertandingan pencocokan Piala Kualifikasi Dunia yang diterapkan pada hari Kamis.
Tim Garuda mengalahkan 1-5 dari Australia dalam pertandingan, yang menjatuhkan mereka ke tempat kelima di Grup C berdiri dengan koleksi enam poin.
“Jika Anda mendapatkan tujuan melalui penalti (Kevin Diks), tentu saja itu akan menjadi pertarungan yang berbeda. Tetapi menurut saya sepanjang permainan kami bermain seperti Lions. Kami belum membungkuk ke kepala kami,” Kluivert mengutip bahwa rekaman audio yang diterima oleh reporter pada hari Kamis.
“Tapi sayangnya saya sangat kecewa bukan karena konsekuensinya. Tidak hanya bagi kami, tidak hanya untuk orang, tetapi untuk semua orang yang mendukung Indonesia,” lanjutnya.
Seperti yang dilihat Kluivert, timnya dimulai dengan baik. Pemain menerapkan permainan ke tahap awal pertempuran, sebelum mereka bisa mendapatkan penalti karena melanggar Rafael Struick di menit keenam.
Hukuman gagal melakukan pencelupan dengan sempurna. Bola menghantam tendangan Diks di Australia.
Setelah itu, Australia mencetak gol perlahan setelah gol melawan Indonesia yang menjadi subjek Marteen Paes. Hanya di babak kedua tim Garuda mencetak gol rekreasi di babak kedua.
Dalam waktu dekat, tim nasional Indonesia akan kembali bermain pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Bahrain pada 25 Maret. Menghadapi Bahrain, Kluivert juga berjanji untuk mempersiapkan timnya sekaligus sebanyak mungkin.
“Kita harus bekerja dalam lima hari dan mencoba mendapatkan hasil yang baik melawan Bahrain. Tapi pertama -tama, kita harus memeriksa pertarungan ini,” kata Kluivert.
“Tapi sekali lagi, pikirkan, etika kerja para pemain, saya menikmatinya. Dan jika Anda menemukan tujuan seperti ini dalam kesalahan staf, Anda harus bekerja keras, dan itu normal,” katanya.
Leave a Reply