JAKARA (ANTARA) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan penguatan nilai tukar Rupiah (nilai tukar) dipengaruhi oleh realisasi Indeks Harga Produsen Data AS (PPI).
Tercatat bahwa PPI A.S. turun menjadi 0,0% atau di bawah estimasi 0,3% pada bulan Februari 2025, sedangkan PPI inti turun menjadi 0,1%.
“Diperkirakan bahwa Rubya akan bergerak dalam kisaran 16.350 RP16.475 RP16.475,” katanya di Jakarta pada hari Jumat.
Penguatan Rupiya hari ini berlanjut sehari sebelumnya, dengan mata uang Indonesia meningkat dengan harapan suku bunga Fed yang lebih agresif.
Inflasi A.S. diperkirakan akan melambat pada Februari 2025, sehingga sentimen terkait dengan suku bunga Fed diperkirakan meningkat dan mendorong dolar yang lebih rendah.
Pertumbuhan yang diharapkan telah menghasilkan perlambatan dalam tingkat inflasi AS menjadi perlambatan 2,8% tahun-ke-tahun, sementara tingkat inflasi inti telah meningkat dari 3,3% tahun-ke-tahun menjadi 3,1%.
Nilai tukar rupee dibuka di Jakarta pada Jumat pagi naik 37 poin, naik 0,23% dari Rs 16.428 per dolar sebelumnya menjadi 0,23% menjadi Rp16.391.
Leave a Reply