Yakarta (Antara) – PT PLN Energy Gruntis Indonesia (PLN EPI), bersama dengan konsorsium mitra strategis, mendirikan proyek gasifikasi gazi Pt Sulawesi Maluku LNG Gazi Sulawesi – Maluku.
Langkah ini dibuat sebagai kelanjutan dari pengembangan khusus infrastruktur SDG untuk mendukung transisi energi negara ke emisi nol bersih (NZE) pada tahun 2060.
Direktur PLN Epi Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa gasifikasi adalah langkah strategis dalam transisi energi, terutama ketika mengganti bahan bakar berdasarkan impor dengan SDG (gas alam cair) atau gas alam cair, yang merupakan rumah untuk memperkuat keamanan energi nasional.
“PLN Epis, sebagai sensitivitas terhadap PLN, memainkan peran utama dalam menyediakan energi primer yang andal untuk generator PLN. Dengan proyek gasifikasi ini, kami ingin mengoptimalkan peran gas sebagai transisi energi yang lebih efisien,” kata Ivan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Dia menambahkan bahwa penandatanganan ini merupakan pencapaian penting pada proyek pemakaman panjang.
“Alhamdulilah, hari ini kami mencapai titik balik yang penting, yaitu tanda tangan anggota Asosiasi Target Khusus (SOC). Ini adalah tanda bahwa badan hukum dari proyek ini berfungsi, sehingga semua kegiatan terkait akan bekerja terstruktur dengan PT Sulawesi Maluk.”
Saat ini, hanya ada enam terminal LDG regional di Indonesia, terutama terletak di wilayah barat, sedangkan pengiriman SDG utama berasal dari Bontang dan Tanghuh. Oleh karena itu, pengembangan infrastruktur SDG di Sulawesi-Maluku penting untuk meningkatkan distribusi gas, terutama di timur Indonesia.
Ivan berharap bahwa penciptaan SOC ini akan segera disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga proyek dapat bertindak sesuai rencana.
Gas dan BBM PLN Epi Rakhmad Dewanto Transfer SOC untuk menandatangani SOC pada hari Senin (30 Juli 2012), kelanjutan dari kelanjutan Perjanjian Pembangunan Gabungan (FDA) yang ditandatangani tahun lalu.
“Setahun yang lalu, kami masih dalam tahap perencanaan, dan hari ini kami akhirnya pergi ke implementasi. Ini adalah hasil kerja keras pada semua pihak di konsorsium dan epis di tim mangsa,” kata Rahmad.
Rahmad berharap proyek ini dapat terus bergerak maju dan mencapai tanggal komersial (COD) dalam dua tahun ke depan.
“Saat ini, ini juga bertepatan dengan hari ke -10 Ramadhan, saya berharap ini membawa berkah, sehingga SOC ini dapat hidup lama dan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan untuk mendukung keamanan energi, yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Saat menandatangani pekerjaan untuk mendirikan perusahaan khusus ini, proyek gasifikasi Sulavesi dan Maluka sekarang secara resmi meluncurkan fase implementasi awal. Langkah ini juga merupakan rencana untuk energi yang bersih dan berkelanjutan bagi orang -orang di Indonesia.
Leave a Reply