Jakarta (Antara) – Walikota Jakarta Barat (Jakarta Barat) mengatakan kepada Uus Kuswanto bahwa partainya telah membentuk surat peringatan jika terjadi bencana untuk memprediksi potensi tanah longsor di wilayah Kembangan, khususnya dari Sungai Pesargrahan.
Uus mengatakan kepada Jakarta pada hari Selasa bahwa ia telah memerintahkan wilayah Kembangan untuk meminta penduduk untuk memperhatikan potensi tanah longsor, terutama yang dekat Sungai Pesanggrahan.
“Pedoman ini juga dilanjutkan oleh Penjabat Gubernur dan BPBD (Badan Manajemen Regional untuk Bencana) DKI Jakarta,” katanya.
Menurutnya, pembentukan posisi peringatan jika terjadi bencana adalah bagian dari persiapan regional untuk memprediksi potensi tanah longsor.
“Wilayah Jakarta barat adalah daerah yang lebih rendah. Dari subkelas, surat darurat juga telah ditetapkan. Jadi jika ada informasi masyarakat yang signifikan, itu dapat disajikan ke posisi itu,” kata Uus.
Sementara itu, direktur sarjana Kembangan Joko Suparno mengatakan bahwa seruan untuk potensi lansekap menjadi sasaran penduduk Kembangan Utara dan Kembangan Selatan.
Selain itu, partainya telah menempatkan plester di tepi sungai dan titik -titik lainnya dan memasang bak belakang di wilayah Kembangan dan di desa Kembangan Utara.
“Mencabut bahwa kami melakukannya. Di utara Kembangan, ada instalasi tumpukan, jadi itu lebih waspada,” kata Joko.
Diketahui bahwa, berdasarkan pusat pemenang dan meringankan bencana geologis (PVMBG), ada beberapa daerah di provinsi DKI Jakarta di zona menengah – potensi tanah longsor yang tinggi, pusat Jakarta yang berkaitan dengan wilayah Menteng.
Kemudian Jakarta, meliputi area Gilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatatan, Pancan, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet.
Selain itu, Jakarta Timur, yang meliputi cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinara, Kramatjati, Makassar, Matraman, Pasar Rebo dan Pulo Gadung. Kemudian Jakarta Barat, meliputi area wilayah Kembangan.
Leave a Reply