Kabar Harapan

Memberikan Informasi Terupdate Dalam Negri & Luar Negri

IPW: Jika kasus DWP berhenti maka publik bisa sangsi dengan Polri

Jakarta (Antara) – Watch Polisi Indonesia (IPW) menilai apakah kasus polisi berhenti di proyek Djakarart Warehouse 2024 ke Kode Etik, publik akan dicurigai atau tidak lagi percaya pada polisi nasional.

“Publik tidak percaya pada lembaga polisi bahwa lembaga akan memperbaiki anggota untuk pelanggaran.

Sugeng juga menyebutkan komitmen polisi bahwa kriminal memproses kasus ini dan menunggu hasil pertemuan etis.

“Saya berharap sesi etika ini tidak akan memutuskan.

Sugeng juga menyatakan bahwa jika polisi tidak diproses oleh penjahat kriminal, mereka melakukan kejahatan kriminal, penggunaan sosial juga dapat terjadi.

“Publik dapat menilai apakah polisi akan mengeksplorasi jika mereka mencurigai bahwa mereka akan melakukan kejahatan, menanyakan perlakuan yang sama. Sugeng menjelaskan.

Karena itu, Sugeng ingat bahwa Kepolisian Nasional harus memasukkan kasus ini ke dalam domain kriminal setelah menyelesaikan sidang etis.

Kepala Divisi Polisi Inspektur Polisi Polisi. Abdul Karim mengatakan bahwa persidangan pidana terhadap staf yang terlibat dalam kasus ini tercabik di acara DWP 2024, yang masih menunggu untuk menyelesaikan fase etika.

“Ini masih merupakan proses prosedur uji coba. Ini belum selesai. Kami melihat pengembangan sesi etika,” kata Abdul Karim di Jakarta pada hari Jumat (1/31).

Dia mengkonfirmasi bahwa polisi tidak akan menerima staf.

Sementara itu, Komisaris Compolnas Mohammad Choirul mengatakan pada hari Jumat (1/24) Komisi Kode Etika DWP 2024 (KKEP).

Anam mengatakan bahwa jumlah total pekerja sebelum pengadilan adalah 35 orang dan tiga rilis pengangguran (PTDH) dijatuhi hukuman 3-8 tahun sanksi lain untuk demo demo.

“Secara keseluruhan, mereka sangat menarik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *