Kabar Harapan

Memberikan Informasi Terupdate Dalam Negri & Luar Negri

BPBD DKI ungkap tantangan dalam atasi meningkatnya kasus kebakaran

JAKARDA (ANTARA) – Badan Manajemen Catastrophes DKI Jakarta harus menghadapi beberapa tantangan dalam mengatasi kebakaran baru -baru ini di Jakarta.

Mohammad Yohan, kepala DKI Jakarta BPBD, agen pengelolaan bencana pusat informasi (Pusdatin), menjelaskan bahwa tantangan yang mereka hadapi adalah pembatasan infrastruktur yang cukup untuk mencapai tempat -tempat yang sulit.

“Selain itu, ada kurangnya kesadaran publik tentang risiko api,” kata Yohan dalam kontak dengan Jakarta pada hari Senin.

Yohan menjelaskan bahwa, menurut Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tahun 2024 (Gulkarmat), lebih dari 1.200 kebakaran disebabkan oleh sirkuit pendek (sirkuit pendek).

Area populer sangat rapuh karena tidak ada pengawasan yang cukup untuk berbagai penggunaan listrik dan gas.

Selain itu, penggunaan daya yang diakumulasikan dalam terminal listrik, perangkat listrik yang tidak memenuhi standar dan penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan kapasitas konduktivitas saat ini juga merupakan alasan utama daya sirkuit pendek.

Yohan menjelaskan bahwa BPBD juga harus menghadapi tantangan dalam mengatasi kebakaran pada bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.

Namun, BPBD terus bekerja keras untuk menghadapi tantangan ini.

Untuk mencapai posisi kebakaran yang sulit dicapai, partainya telah membentuk manajer bencana, atau umumnya dikenal sebagai tim respons yang cepat.

Tim respons cepat ditempatkan di 267 desa untuk membantu mempercepat koordinasi di setiap desa.

BPBD melewati Call Center (Call Center) Jakarta Alarm 112 terus beroperasi selama 24 jam untuk merespons hubungan dengan cepat pada kebakaran publik.

Jika ada hubungan kebakaran, BPBD juga berkoordinasi secara langsung dengan ambulans darurat (AGD Dinkes) dari Gulkarmat, PLN, kantor PP Satpol, Biro Transportasi (Rolled) dan Kantor Kesehatan untuk menanggapi pemandangan dengan cepat.

“Namun, masih ada tantangan dalam hal aksesibilitas dan sumber daya,” kata Yohan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *