JAKARDA (ANTARA) – Pelatih Pertamina Satiria Muda YouBel Sondakh mengatakan dia ingin fokus menciptakan pertahanan setelah timnya menjadi pemenang pertama di Liga Basket ke -10 2025 (IBL).
Dia dijelaskan menurut penilaian ketika dia menang di Britama Arena di Jakarta pada hari Rabu (12/3). Pelatih berfokus pada aspek perlindungan yang dapat dengan mudah dilakukan lawan.
“Mereka (Rajavalimedan) bekerja dengan kuat di dua kuartal pertama. Jadi di masa depan, kami ingin fokus menciptakan permainan bola basket yang kuat seperti babak kedua. (Kuartal ketiga dan keempat)” kata YouBel setelah timnya mengalahkan Medan City Sumatra.
Dia menjelaskan bahwa sponsornya punya waktu untuk mempertahankan area warna, dan sebagai hasilnya, pemain asing lawan Quintin Dove dengan mudah mencetak timnya.
YouBel menambahkan banyak Vendel Levs dan teman -temannya belajar menghentikan pergerakan pemain utama lawan.
Legenda bola basket Indonesia mengatakan: “Namun demikian, kita harus belajar untuk menghentikan para pemain, lawan, ini adalah pekerjaan rumah kita di masa depan.”
Ketika menghadapi Rajawali Medan, Abraham Damar Grahita dan teman -temannya memiliki masalah dengan menyerang pertahanan lawan mereka.
Bahkan, pertahanan mereka ditusuk oleh pemain yang berlawanan yang dipimpin oleh Quintin Dove.
Telah terbukti bahwa orang asing terus bergerak maju, dengan total 44 poin dan delapan rebound atau poin terbanyak di antara rekan kerja dan lawan.
Meskipun demikian, pemain Amerika (AS) tidak dapat membawa timnya ke kemenangan, jadi dia terpaksa menelan pil rasa sakit dari kegagalan 10 kali berturut -turut.
Sekarang, Citizen Pride Club di Nuea, Sumatra tinggal di basis 14 tahun, atau Ibl Gopay 2025 peringkat 10 poin dan mencetak rekor 0-10 (tanpa kemenangan).
Meskipun Pertamina jakarta Muda adalah yang pertama, statistik kompetisi adalah 22 poin.
Leave a Reply