Jakarta (Antara) – PT Waskita Karya (Persero) TBK telah menyelesaikan utang utang Rp7 -triliun, adalah utang sebanyak 38 persen.
“Jadi, penjual secara langsung dikendalikan pembayaran oleh pusat,” kata Layar Bisnis adalah Wådita Yunita di Jakarta Rabu.
Perusahaan juga memiliki sentralisasi keuangan terpusat. Oleh karena itu, tidak semua kendali keuangan, tetapi mereka fokus sehingga manajemen lebih baik.
Ermy mengatakan: Kinerja tidak dapat dipisahkan dari transformasi pemerintah keuangan dan aset yang dibuat oleh perusahaan dalam dua tahun terakhir.
Pada tahun 2024, perusahaan berhasil menambahkan pajak penting ke negara bagian Rp2,9 triliun. Jumlahnya meningkat sekitar 107 persen dari 25 (YOY) dibandingkan dengan kontribusi pajak cucian pada tahun 2023 yang menjadi Rp1,4 triliun.
Dan Ermy mengatakan, saat ini washite, tiga dari empat ikatan yang tidak berukuran dan restrukturisasi besar.
Selain diketahui, tahun lalu, perusahaan tersebut mendapat persetujuan dari 21 batas bank yang terlibat dalam peningkatan hingga 2021 dengan nilai luar biasa sebesar Rp26,3 triliun. Lalu ada lima perbankan RP5.2 triliun yang disetujui oleh bahan yang dimodifikasi pada Capital Cretopvert (KMBP).
“Dengan efisiensi restrukturisasi, Washite dapat mengelola likuiditasnya untuk memenuhi suku bunga dan pembayaran yang signifikan. Atas hutang bank, dan obligasi untuk tahun 2024, katanya.
Dia juga mengatakan bahwa kinerja perusahaan dimulai tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal ketiga 2024 mencuci terdaftar, keinginan kotor 33,18 persen setiap tahun tahun demi tahun (YOY) menjadi RP1,03 triliun. Sebelumnya, pada periode yang sama tahun lalu, RP773,93 miliar.
Laba kotor perusahaan (GPM) naik setelah 15,19 persen, setelah 9,90 persen tiga tahun lalu. EBITDA Waskin menyetujui 141 persen, dari RP252 miliar hingga Rp609 miliar sebagai September 2024.
“Jika konstruksi akan dengan lebih dari 64 tahun ,,,,,,,, Bagian pencucian dan pink perusahaan yang mengarahkan ke sektor konstruksi, infrastruktur air, jalan dan jembatan mengatakan.
Perlu diingat, Waskita saat ini bekerja di 68 proyek berjalan dengan nilai total RP44,7 triliun. Hingga 61 persen adalah proyek yang terhubung, kemudian 21 persen sumber daya air, 17 persen bangunan, dan dua persen rekayasa, penawaran dan konstruksi (EPC).
Sementara Proyek Pendapatan dan Pengeluaran Negara (APBN) saat ini sedang dibangun (APBN) di jalan oleh Perusahaan 31, mencapai total nilai kontrak RP17,1 triliun. Sumber daya air utama dalam proyek ini adalah persentase hingga 58 persen, dan 26 persen lainnya dari bangunan, seperti koneksi 16 persen.
Leave a Reply