Kabar Harapan

Memberikan Informasi Terupdate Dalam Negri & Luar Negri

KONI: Atlet jangan jadi korban dualisme organisasi cabang olahraga

Jakarta (Antara) – Dewan Indonesia Dewan Indonesia 2012 (Koni) Letnan Ger. Penyesalan Marman dalam kelompok manajemen internasional dipertimbangkan dalam pencapaian para pemain atau dengan sengaja.

“Jangan menjadi karpet merah dengan putih. Saya melakukan pemogokan, para pemain tidak bisa saling melukai dalam perjalanan.

Menurut Marciano, organisasi olahraga untuk menghasilkan pemain untuk melanjutkan pekerjaannya, seluruh konflik manajemen harus diselesaikan dalam kebutuhan pemain.

“Para pemain adalah satu -satunya kemurnian, itu hanya hal yang berkomitmen di Indonesia. Kami berkembang,” katanya.

Manajemen ganda masih terjadi di banyak permainan, termasuk semua asosiasi tenis Indonesia (PDMSI), semua Indonesia, terlibat.

Pengaruhnya muncul, seperti halnya permainan tenis tenis di Ponnis Tennis Player pada 2017, 2019 dan 2021.

Marciano ingat bahwa manajer jahitan olahraga masih mempertahankan badai untuk melakukan olahraga di jalan masyarakat.

“Mereka yang termasuk dalam permainan ini ketika mereka melihat olahraga sebagai tidak rasional,” mantan pemimpin pemimpin Bin 2011.38.

Selain itu, ia menekankan bahwa bonus siap untuk memperkuat perawatan tetapi akan lebih cepat ketika semua pihak dapat dimengerti.

Dia berkata: “Tidak ada pesta yang dia berikan pada angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *