Kabar Harapan

Memberikan Informasi Terupdate Dalam Negri & Luar Negri

Kementan turunkan tim tangani ternak terdampak banjir Bekasi

Jakarta (Antara) – Kementerian Pertanian (Kemementan) bergerak dengan cepat untuk menangani hewan ternak yang terkena dampak banjir di kota Bekasi dan Bekasi, Jawa Barat, salah satunya adalah penempatan tim kesehatan hewan.

“Banyak tim kesehatan hewan telah diimplementasikan sehingga kehidupan hewan tetap sehat dan mencegah kemampuan untuk menyebarkan penyakit setelah gaji,” kata Agric Suandy, direktur Kementerian Kesehatan Hewan pada hari Jumat dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Jumat.

Harapan Hewan Hewan Harapan Lemtehouse yang baru, Kota Bekasi, selain memastikan bahwa kondisi ternak tetap sehat, Kementerian Pertanian mendistribusikan desinfektan, obat -obatan, vitamin, dan peralatan kedokteran untuk mencegah penyakit menyebar setelah hilangnya.

Imron secara langsung memantau proses pemulihan objek. Menurutnya, area yang tenggelam di kandang mulai mengering dan tes kesehatan hewan ternak dilakukan. Semua hewan diekspresikan dalam kesehatan yang baik.

“Kementerian Pertanian mengelola desinfektan dan proses sterilisasi akan dilakukan segera setelah membersihkan lumpur. Penting untuk mengurangi risiko transfer penyakit,” kata Imron.

Sementara itu, kepala unit teknis regional RPH Harapan Bar, M. Subararah, menyambut baik dukungan dari Kementerian Pertanian.

Menurutnya, bantuan membantu mempercepat pemulihan hewan pembantaian.

“Kami akan meyakinkan Anda bahwa semua area bersih dan higienis sebelum kembali ke aktivitas penuh,” kata Subarka.

Selain RPHR, Haapan Bar, Kementerian Pertanian juga berfokus pada perhatian Pusat Kesehatan Hewan Kota Bekasi (Packsan).

Banjir menyebabkan kerusakan pada stok medis dan peralatan medis dan mempengaruhi sekitar 70 hewan ternak di wilayah tersebut. Kementerian Pertanian membantu untuk identifikasi awal dan pengobatan lebih lanjut pada hari Kamis, 6 Maret 2025.

Layanan serupa dilakukan di Kabupaten Bekasi, terutama di daerah bar Seranga di Jayasempurn.

Pusat Kualitas dan Sertifikasi Kementerian Pertanian (BPMSP) mengumumkan bahwa para pelamar membanjiri lokasi kelompok ternak kelompok Pegadungan, yang memelihara sekitar 75 kepala sapi, termasuk 20 wanita sapi oggole Peranakan (PO) di Kementerian Pertanian Kementerian Pertanian pada 2023.

Ketika mereka menabrak lantai, petani membawa hewan ternak ke dataran yang lebih tinggi. Pada hari Rabu (5/3) 30 ekor kembali ke kandang. Sisanya masih terlihat. Enam sapi diduga.

Untuk mencegah efek lebih lanjut, Kementerian Pertanian memisahkan bantuan tambahan dalam bentuk desinfektan, vitamin, analgesik, antiseptik dan perangkat medis lainnya. Distribusi bantuan ini disiapkan untuk mempercepat jawaban saat darurat.

“Prioritas kami adalah menjaga kesehatan hewan ternak, untuk memulihkan layanan dan memastikan bahwa produksi akan bekerja tanpa gangguan,” kata Imron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *