Jakarta (Antara) – DKI DPRD akan membuat penilaian terkait dengan penutupan Jembatan Cross People’s (JPO) di sepanjang jalan Kalibat Layan, Ravajati, Pankoran, Jakarta Selatan untuk menemukan solusi cepat bagi komunitas sekitarnya.
“Kami mencoba untuk mengevaluasi bersama dengan pihak berwenang yang akan dipertimbangkan,” kata ketua DKI DPRD Khoirurud di Sdn Cipulir 01 Pagi, Jakarta selatan, pada hari Rabu.
Khoirudin mengatakan dia bereaksi terhadap keluhan dari warga yang terkait dengan penutupan jembatan sebagai akses ke pejalan kaki yang menghubungkan Ravajati, Pancran, Jakarta Selatan ke polisi Jacan timur, karena sering digunakan sebagai perjuangan.
Dia akan menganggap sake untuk membuka akses ke persimpangan sehingga masyarakat tidak sulit.
“Pertama, untuk belajar plus minus dari kebutuhan mereka terkait dengan perkelahian dan jembatan, mereka akan menemukan solusi untuk kembali ke bisnis mereka,” katanya.
Sebelumnya, kota metropolis ditutup di Jakarta Bron timur, yang sering digunakan sebagai akses ke jalan untuk berjuang untuk Jalan Sipinang Muar, Jatinegar dan Östra jakarta.
Kebijakan ini diadopsi untuk terus berjuang dengan bantuan senjata akut, yang sering berada di perbatasan antara daerah Duren dan Jatinegar pada hari Senin (1/27) di sore hari.
Akhirnya, perkelahian terjadi lagi di Dzhalan Basuki Rahmat (Basura), Jatinegar pada hari Kamis (1/30) di pagi hari.
Leave a Reply