JAKARTA (Ancric) – Pengamat sepak bola, Mohammed Kissuna memperkirakan pada hari Selasa (25/3) di daerah Asia yang memenuhi syarat.
“Ini adalah permainan di mana tim nasional Indonesia harus mengurus kemungkinan kualifikasi untuk putaran keempat,” Kasani mengurus pernyataan tertulis pada hari Senin.
“Alasannya adalah karena tim nasional tim akan datang nasional, tim nasional berikutnya. Oleh karena itu, itu menguntungkan oposisi.” Katanya.
Indonesia menempati tempat keempat di grup CT, telah mencapai game sebelumnya di 1-5. Terlepas dari catatan yang sama, dalam catatan yang sama dengan Bahrain, seperti Indonesia, adalah enam poin di tempat kelima karena kehilangan target produktivitas.
Pekan lalu, banyak kekalahan, banyak hal yang ditemui timnya Bahrain.
“Infrastruktur harapan dalam keadaan mati adalah kelemahan untuk mencetak dua gol. Ini bagus untuk melintasi bola kepala Bahrain,” kata Cainani.
“Kedua, infeksi juga harus ditangani. Terutama ketika pemain kami kehilangan kekuatan ketika mencoba menyerang oposisi,” tambahnya.
Orang yang bercerai dianggap meniru strategi Australia untuk meniru strategi Australia yang menolak garis kerusakan rendah. Indonesia sering merasa sulit untuk mematahkan pertahanan lawan di Australia dan Cina untuk membius model pertahanan.
Dia berharap semua kelemahan dapat dihilangkan oleh tim pelatihan. Kami benar -benar membutuhkan lebih banyak poin dalam olahraga melawan Utevine.
Setelah pertandingan melawan Bahrain, Indonesia akan bermain di Grup C dalam dua pertandingan di bulan Juni. Pertama, kunjungi Markas Besar Jepang pada 10 Juni, lalu pada 10 Juni.
Leave a Reply