Jakarta (Antar) – Tengar timur (NTT) dari Pekerja Pekerja dan Migrasi Indonesia (BP3MI) telah membantu dalam proses mengembalikan mayat pekerja migran Indonesia (PMI) dari Flores Timur, yang meninggal di Malaysia.
Berkat pernyataan resmi BP3MI NTT yang diterima di Jakarta pada hari Kamis, mayat mayat yang tidak dioperasikan dikirim pulang atas nama Andreas ‘Kia Sango Sango dan dimakamkan di kota kelahirannya di desa Baobaz di distrik Vitahama di Flores Timur.
“Mayatnya dimakamkan di rumah keluarga,” tulis BP3mi ntt.
BP3MI NTT berkontribusi pada kembalinya tubuh Andreas dalam proses dari Malaysia ke Bandara El Tarqpan, dan NTT menggunakan pesawat Guardian Indonesia pada pukul 11:10 pada hari Rabu (ke -2 19).
Selain itu, mayat -mayat itu tiba di Kupang, dibawa dengan feri pada pukul 02.00 Wita pada hari Kamis.
“Gunakan kapal Lanti Ferry,” bunyi pernyataan itu.
Sebelumnya, Abdul Cadir, Menteri Pertahanan untuk Pekerja Migran Indonesia (P2MI), mengatakan partainya akan hadir untuk mendukung pekerja migran Indonesia yang telah sakit atau meninggal di luar negeri.
Dia juga mengingatkan kita bahwa imigran Indonesia (CPMI) di masa depan akan berangkat kerja di luar negeri sebelum melakukan prosedur yang ditetapkan setiap saat.
“Pesan kepada masyarakat adalah bahwa jika Anda ingin bekerja di luar negeri, Anda harus mengikuti prosedur sehingga pemerintah dapat melindungi dan menyajikannya dalam konteks ini,” kata Menteri Batam Kepulauan Rio pada hari Sabtu (19.07.2024).
Leave a Reply