Karawang, Java West (Antara) – Kementerian Perumahan dan Area Pemukiman (PKP) bersama dengan Kepolisian Nasional Indonesia (Polri) bersinergisasi untuk melaksanakan program 3 juta komunitas (KTR) yang terpaksa sesuai dengan Presiden Astacita Prebowo.
Kepala Kutub Kepolisian Nasional Indonesia (Kapolri) Paul. Listyo Sigit Prabowo, ketika ia meletakkan batu pertama (memusingkan) untuk pembangunan perumahan bersubsidi untuk petugas polisi nasional di Karawang, Jawa Barat, mengatakan partainya akan membangun 100.000 rumah untuk staf Polri, sehingga membantu Kementerian PKP untuk mengimplementasikan program 3 juta rumah.
“Hari ini, ada sekitar 14.000 rumah dan rencana pada tahun 2025 sekitar 100.000 rumah. Tetapi jika Anda mempertanyakan hasilnya, ternyata kebutuhannya bisa lebih besar. Jadi, tentu saja, jika semuanya berjalan dengan baik, harapan kami adalah tujuan kami tidak hanya 100.000, tetapi mungkin itu mungkin lebih dari,” kata kepala polisi nasional.
Dia mengatakan perumahan bersubsidi untuk anggota kepolisian nasional dapat secara langsung meningkatkan ekonomi regional dan mempromosikan efek pengganda.
“Ini akan menghidupkan kembali ekonomi regional. Karena kita tahu bahwa sektor real estat, sektor perumahan benar -benar menyebabkan efek pengganda pada pertumbuhan ekonomi, terutama daerah,” katanya.
Selain itu, Menteri PKP Marurar Sirait (ARA) menyatakan bahwa Rencana Pengembangan Rumah untuk Staf Polisi Nasional membantu partainya mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Presiden.
Selain itu, menurutnya, ini juga bukti bahwa pemerintah memasok selimut merah untuk EFF dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita biasanya tahu bahwa ada selimut merah untuk investor, pemerintah Presiden Prabowo adalah selimut merah untuk King,” katanya.
Selain itu, menteri PKP menemukan bahwa partainya, selain membangun rumah, telah menyiapkan beberapa insentif secara langsung, sehingga perusahaan dapat memiliki tempat tinggal yang baik, salah satunya adalah implementasi PPN yang ditransfer PPN 100 persen untuk pembelian rumah di bawah 2 miliar RP pada Juli 2025.
Sedangkan untuk tahun 2025, Kementerian PKP dimaksudkan untuk dapat menghasilkan 220.000 perumahan yang baik untuk masyarakat pada Oktober 2024 hingga Maret 2025 rumah yang dibangun 118 ribu unit.
Raka Subiano-Gibran Rakabuming Prabowo memiliki gedung unit perumahan 3 juta perumahan untuk mengatasi kekurangan rumah di Indonesia.
Secara rinci, program ini bertujuan untuk membangun 2 juta unit perumahan di daerah pedesaan dan 1 juta unit perumahan di daerah perkotaan.
Oleh karena itu, lapangan juga berharap bahwa pengembang swasta lain juga dapat mendukung program 3 juta rumah.
Dia percaya program ini akan dapat berjalan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Leave a Reply