Jakarta (ANTARA) – Para ilmuwan memperingatkan potensi ancaman tersembunyi dari bahan kimia yang terkandung dalam tali jam tangan pintar dan produk pelacak kebugaran.
Dalam studi baru, tim peneliti dari Universitas Notre Dame di Amerika Serikat mengevaluasi 22 merek produk pelacak wearable dan menemukan bahwa sembilan merek mengandung asam perfluorohexanoic dengan konsentrasi sangat tinggi, demikian yang dilaporkan Medical Daily pada Kamis (16/1). asam (PFHxA).
Asam perfluorohexanoic adalah sejenis zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl (PFAS), bahan kimia yang digunakan dalam produksi produk tahan air, panas, dan noda.
Bahan kimia ini telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti masalah kesuburan, hipertensi akibat kehamilan, preeklampsia, peningkatan kadar kolesterol, penurunan respon imun dan peningkatan risiko penyakit serius seperti kanker testis dan ginjal.
Pada anak-anak, bahan kimia ini dapat mempengaruhi hormon dan perkembangan, serta menimbulkan risiko kerusakan hati, penyakit tiroid, dan asma.
Tim peneliti menguji sampel menggunakan analisis ion sinar gamma yang diinduksi partikel dan spektrometri massa tandem kromatografi cair untuk menentukan kandungan total fluor dalam produk, karena kadar fluor yang tinggi secara alami menunjukkan adanya PFAS.
Peneliti juga telah mengidentifikasi jenis PFAS yang terdapat pada jam tangan pintar dan pelacak kebugaran.
“Lima belas dari 22 rantai produksi yang kami uji memiliki persentase konsentrasi total fluorida yang tinggi, dan sembilan mengandung PFHxA. Sisanya menggunakan surfaktan lain yang tidak teridentifikasi yang tidak termasuk dalam analisis yang ditargetkan,” kata Alyssa Wicks, penulis utama hasil studi tersebut. .
“Hal paling menakjubkan yang kami temukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi yang sangat tinggi dari satu PFAS saja, beberapa sampel memiliki konsentrasi lebih tinggi dari 1.000 bagian per miliar PFHxA, jauh lebih tinggi daripada kebanyakan PFAS yang pernah kami lihat pada produk konsumen,” kata Graham. Peaslee, penulis temuan penelitian tambahan.
Saat ini, sebagian besar orang menggunakan perangkat teknologi yang dapat dikenakan seperti jam tangan pintar dan pelacak kebugaran. Berdasarkan hasil penelitian, orang rata-rata bisa memakai perangkat jenis ini selama 11 jam sehari.
Leave a Reply